• Kamis, 29 September 2022

Menelisik Ritual Tolak Bala Ghatib Beghanyut di Siak, Sudah Berlangsung Sejak Kerajaan Siak

- Kamis, 22 September 2022 | 23:08 WIB
Peserta ritual tolak bala "Ghatib Beghanyut" duduk di kapal di Pelabuhan LLASDP Siak, Rabu (21/9/2022) malam. (ANTARA/Bayu Agustari Adha) (ANTARA)
Peserta ritual tolak bala "Ghatib Beghanyut" duduk di kapal di Pelabuhan LLASDP Siak, Rabu (21/9/2022) malam. (ANTARA/Bayu Agustari Adha) (ANTARA)

KLIKTIMES.COM | SIAK- Ritual "Ghatib Beghanyut" dilaksanakan masyarakat setempat secara turun-temurun setiap tahun. Tradisi itu sudah ada di daerah setempat sejak zaman Kerajaan Siak pada masa lampau.
Pemerintah Kabupaten Siak, Provinsi Riau menggelar ritual tolak bala "Ghatib Beghanyut" untuk mendekatkan diri setiap Muslim di daerah itu kepada Allah SWT melalui zikir dan doa di atas permukaan air Sungai Siak dengan menggunakan perahu.

"'Ghatib Beghanyut' merupakan ikhtiar dari masyarakat Kabupaten Siak dahulu untuk memohon dan berdoa kepada Allah SWT agar dijauhkan dari musibah, penyakit, dan marabahaya," kata Wakil Bupati Siak Husni Merza di Siak, Rabu malam (21/9).

Ia mengakui tradisi ritual "Ghatib Beghanyut" sempat tidak dilaksanakan selama beberapa waktu, sedangkan saat ini dibangkitkan kembali dengan pengemasan dalam bentuk wisata religi.

Kegiatan tersebut pada tahun ini dimulai dari Pelabuhan Lalu Lintas Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (LLASDP) Siak hingga tempat kapal feri di Penyeberangan Belantik sejauh sekitar lima kilometer.

Selain Wabup Husni Merza, dalam ritual tersebut antara lain dihadiri Asisten I dan III Setda Kabupaten Siak, masing-masing Fauzi Asni dan Jamaluddin, Ketua Lembaga Adat Melayu Riau Kabupaten Siak Wan Said, tokoh agama, dan pemuka masyarakat

Baca Juga: Melestarikan Ritual Mandi Safar di Atinggola Gorontalo Utara, Dipercaya Buang Sial

Sebelumnya, pada siang hari, rombongan terlebih dahulu ziarah ke makam para Sultan Siak, dimulai dari makam Sultan Abdul Jalil Rakhmadsyah atau Raja Kecik di Kampung Buatan Besar, Kecamatan Siak, kemudian ke kompleks makam Sultan Ke-2 Muhammad Abdul Jalil Muzaffar Syah atau Tengku Buang Asmara di Kecamatan Mempura, dan kompleks makam Koto Tinggi serta makam Sultan Syarif Kasim II di Kecamatan Siak.

"Alhamdulillah tadi kami juga telah melaksanakan ziarah ke makam sembilan Sultan Siak di empat lokasi berbeda. Ini merupakan kegiatan tahunan kita, untuk mendoakan dan bersyukur atas jasa para Sultan Siak dan malam ini akan melanjutkan dengan tradisi 'Ghatib Beghanyut'," ucap Husni. (lik)

Editor: Abdul Malik

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X