• Kamis, 29 September 2022

Melestarikan Ritual Mandi Safar di Atinggola Gorontalo Utara, Dipercaya Buang Sial

- Kamis, 22 September 2022 | 21:25 WIB
Pengunjung ikut mandi di sungai dalam pelaksanaan ritual budaya Mandi Safar dipusatkan di Sungai Andagile, Desa Buata, Kecamatan Atinggola, Gorontalo Utara. ANTARA/Susanti Sako (ANTARA)
Pengunjung ikut mandi di sungai dalam pelaksanaan ritual budaya Mandi Safar dipusatkan di Sungai Andagile, Desa Buata, Kecamatan Atinggola, Gorontalo Utara. ANTARA/Susanti Sako (ANTARA)

KLIKTIMES.COM | GORONTALO-Sudahkah kita pernah menghitung berapakah jumlah ritual yang ada di negeri kita? Berapapun jumlahnya ritual merupakan implementasi kekayaan budaya di negeri kita.

Salah satu ritual yang masih dilakukan masyarakat adalah ritual Mandi Safar.

Mandi Safar dipercaya sebagai ritual membuang sial dengan mandi di sungai. Sejak tahun 2013, Pemkab memberi dukungan penuh pada penyelenggaraan budaya yang lekat dengan masyarakat di Kecamatan Atinggola atau di wilayah timur kabupaten ini.

Dengan memohon doa dalam ucapan syukur, diharapkan negeri ini akan terus makmur dan terhindar dari bencana.

Ritual budaya tersebut, kini dikemas dalam bentuk festival dalam upaya melestarikan doa dan Mandi Safar, kata Suleman Lakoro, Sekretaris Daerah Gorontalo Utara.

"Ritual ini juga mengandung makna yang sangat besar, berupa pembersihan jasmani kita. Dicuci dengan cara mandi, maknanya agar terhindar dari marabahaya dan seluruh hajat atau keinginan dapat terwujud," katanya.

Baca Juga: Melongok Tradisi Mandi Safar di Desa Hitulama Maluku Tengah

Sedangkan makna secara rohani, menurut Sekda, diharapkan tubuh menjadi bersih, serta hilang dari sifat penyakit hati seperti angkuh, iri, sombong.

Peserta Mandi Safar juga bermohon kepada Pencipta, agar diberi kebaikan, kesejahteraan, ketaatan dan terus berusaha dalam hidup.

Halaman:

Editor: Abdul Malik

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X