Catatan Dari Forum Puisi Esai ASEAN

- Senin, 14 November 2022 | 18:13 WIB
Akaha Taufan Aminudin selaku Koordinator Satupena Jawa Timur. Menetap di Kota Batu. HO/KLIKTIMES.COM
Akaha Taufan Aminudin selaku Koordinator Satupena Jawa Timur. Menetap di Kota Batu. HO/KLIKTIMES.COM

Oleh Akaha Taufan Aminudin

Hari Sumpah Pemuda dirayakan tanggal 28 Oktober 2022.Kita rayakan dengan gembira. Dalam hal bahasa, kita selalu mendengungkan,"Berbahasa Satu, Bahasa Indonesia." Namun, kita sering melupakan bahasa asli yang dimiliki suku bangsa Indonesia. Semakin hari jumlah penutur bahasa asli milik suku bangsa itu atau bahasa ibu kita semakin sedikit.

Bahasa ibu semakin tergeser. Padahal bahasa ibu sebagai kekayaan budaya Indonesia tidak boleh punah. Kita harus merawat bahasa ibu disamping menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi di Indonesia. Bagaimana upaya yang harus kita lakukan untuk merawat bahasa ibu agar tetap hidup.
Pembahasan tentang isu menarik ini bersama pakarnya, Ibu Sastri S. menjelaskan bahwa bahasa daerah harus terjaga dengan baik.

Acara Puisi Esai Asean dan Diskusi
Sumpah pemuda dan merawat bahasa ibu juga diikuti pembacaan puisi menggunakan bahasa ibu masing-masing penyair dan diikuti dengan bahasa nusantara. Pembaca puisi untuk edisi ini adalah, Sutardji Calzoum Bahri, Jose Rizal Manua, Sujiwo Tejo, Hamri Manopo, Thobroni Rendy Aditya, Norlie Masrin, Nim Yorza. Puncak Acara baca puisi Akaha Taufan Aminudin.

Baca Juga: Proses Kreatif Penulis

Akaha Taufan Aminudin selaku Koordinator Satupena Jawa Timur menampilkan dan membacakan puisi terbarunya dengan judul Janji Abadi. Diterjemahkan ke boso jowo mbatuan menjadi Katulusan Ati.
Selengkapnya sebagai berikut :

Katulusan Ati
Akaha Taufan Aminudin

ing ati kang tergugah
sak jreno hening
ora muni ning muno ing ati
opo kang tinulis ing bumi pertiwi

kabeh podo amersani
kanti roso tido-tido
opo kang ono sak jreno ati
oro Podo ngrawuhi

sak jreno pangudho roso ing batin
suwe-suwe kawijil ing lesan
prasetianing ati suci
Wiwid kawijil ing ati

Halaman:

Editor: Abdul Malik

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Marjinalisasi Masyarakat Sipil dalam Demokrasi

Senin, 23 Januari 2023 | 09:24 WIB

Kekuatan dan Partisipasi Aktif Individu

Senin, 23 Januari 2023 | 09:19 WIB

Marjinalisasi, Residu Demokrasi

Senin, 23 Januari 2023 | 09:13 WIB

Bayi Ajaib, Seram dan Sadis Seperti Versi 1982

Sabtu, 21 Januari 2023 | 18:42 WIB

Balada Si Roy, Dari Buku ke Layar Bioskop

Jumat, 20 Januari 2023 | 23:27 WIB

Pariwisata Ekonomi Kreatif

Jumat, 20 Januari 2023 | 22:51 WIB

Annual Report Museum Musik Indonesia 2022

Jumat, 20 Januari 2023 | 20:41 WIB

The Cats: Maribaya Bagai Himalaya

Jumat, 20 Januari 2023 | 20:33 WIB

Demokrasi: Dari Rakyat, Oleh Elit, Dan Untuk Elit?

Minggu, 15 Januari 2023 | 11:08 WIB

Mindset, Memikirkan Gedung MCC Kota Malang

Sabtu, 14 Januari 2023 | 17:42 WIB

Banalitas Kekuasaan Dalam Pusaran KONI Kota Malang

Rabu, 11 Januari 2023 | 21:51 WIB

Komponis Musik Klasik

Sabtu, 7 Januari 2023 | 11:09 WIB

Sahabat UMKM Kota Malang

Kamis, 5 Januari 2023 | 15:16 WIB

Puro Luhur Junjung Budoyo Ronggowuni

Rabu, 4 Januari 2023 | 16:11 WIB
X