• Sabtu, 3 Desember 2022

Peran dan Hak Taiwan dalam Hubungan Internasional

- Kamis, 29 September 2022 | 09:47 WIB
Figure 1. Peringatan Terkait COVID-19 di Sebuah Studio Musik Daerah Kaohsiung, Taiwan (Dok. Hasan Basri Maulana Firmansyah)
Figure 1. Peringatan Terkait COVID-19 di Sebuah Studio Musik Daerah Kaohsiung, Taiwan (Dok. Hasan Basri Maulana Firmansyah)


oleh: Hasan Basri Maulana Firmansyah (傅翰森)

Pernyataan Menteri Luar Negeri China Wang Yi (王毅) pada sidang Umum PBB ke-77, yang merupakan sidang tatap muka pertama sejak pandemi COVID-19 dimulai pada 2020, cukup menarik untuk diperhatikan. Pasalnya, Wang selaku Menteri Luar Negeri China menekankan bahwa China siap menggunakan kekerasan demi melancarkan ambisinya untuk menaklukkan Taiwan. Bahkan, Wang juga memperingatkan para pemimpin dunia terhadap campur tangan di Taiwan. Dalam sidang yang sama, Wang mengatakan bahwa Beijing akan mengambil "langkah-langkah kuat" untuk mencegah dukungan luar untuk kemerdekaan pulau itu.

Dari narasi yang disampaikan Menteri Luar Negeri China pada sidang Umum PBB kemarin, secara otomatis pikiran kita akan mengarah pada sebuah wacana peperangan. Banyak orang akan berpikir bahwa perang akan terjadi, tapi sesungguhnya perang yang dinantikan itu sedang terjadi; tanpa kita sadari. Jika berbicara tentang perang yang terjadi di Taiwan, peperangan yang terjadi seolah tidak berfokus pada penggunaan peluru tajam atau senjata lainnya. Peperangan yang terjadi di Taiwan adalah perang melawan benda tak kasat mata yang hingga hari ini masih ada, yaitu COVID-19.

Di beberapa negara, kewaspadaan terhadap COVID-19 seolah mengalami penurunan. Buktinya, ada beberapa negara yang sudah tidak mewajibkan penggunaan masker. Penggunaan masker, vaksinisasi, dan hal lain terkait keberadaan virus ini tentu tidak lepas dari kebijakan pemerintah terkait. Pun demikian dengan pemerintah Taiwan yang masih terlihat aktif peduli dengan keberadaan COVID-19.

Jujur saja, sebagai orang asing yang tinggal di Taiwan, saya sempat kesal dengan kewajiban harus menggunakan masker, vaksinisasi, hingga kewajiban karantina ketika tiba di Taiwan. Padahal, di beberapa negara maju seperti Amerika sudah tidak mewajibkan penggunaan masker di segala tempat atau kegiatan. Pada awalnya, saya berharap Taiwan memberikan kelonggaran terkait penggunaan masker ini. Namun, setelah membaca statement dari Wang Yi selaku Menteri Luar Negeri China pada sidang PBB terakhir, saya merasa bahwa kebijakan yang diberlakukan pemerintah Taiwan terkait COVID-19 merupakan kebijakan tepat untuk melindungi warga negaranya. Kenyataan bahwa virus merupakan ancaman bagi sebuah negara adalah benar. Meski sudah ada banyak negara yang melakukan pelonggaran kebijakan terkait keberadaan COVID-19, saya rasa Taiwan sudah bersikap tepat untuk tetap bersikap tegas dalam memberlakukan kebijakannya.

Baca Juga: Buku Unik dari Taiwan

Tingginya Kualitas Kesadaran Pemerintah Taiwan

Sebagai negara terpintar kedua, berdasarkan World Population Review, yang mempunyai IQ rata-rata sebesar 106.47, kebijakan-kebijakan yang diberlakukan pemerintah tanpa disadari memang terasa cerdas. Kebijakan terkait COVID-19 misalnya, sebagian orang pasti merasa kesal dengan kebijakan-kebijakan yang masih diberlakukan pemerintah Taiwan. Namun, jika diperhatikan sekali lagi, kebijakan-kebijakan terkait tidak lepas dari bentuk kepedulian pemerintah Taiwan kepada warga negaranya. Menurut saya, Taiwan tidak memandang warga negaranya hanya sebagai objek atau angka, melainkan manusia seutuhnya yang harus diperjuangkan keamanan hidupnya.

Setelah berbagai upaya yang telah dilakukan untuk melindungi warga negara Taiwan dari COVID-19, Taiwan akhirnya akan menghilangkan kewajiban karantina untuk para pendatang pada Oktober mendatang. Kebijakan terkait tentu tidak dibuat tanpa pertimbangan. Berdasarkan Our World in Data per tanggal 28 September 2022, sebanyak 86.2% warga negara Taiwan telah tervaksinisasi penuh. Persentase ini juga lebih tinggi dibandingkan persentase dunia yang hanya sebesar 63.4%. Dari data terkait dapat diketahui bahwa kebijakan-kebijakan yang diberlakukan oleh pemerintah Taiwan adalah kebijakan yang berpihak pada keselamatan warga negaranya. Atas pencapaian ini, Taiwan layak diapresiasi dan menjadi panutan negara-negara lainnya.

Kesadaran penuh akan segala ancaman memang harus tertanam pada pemangku kebijakan seperti pemerintah. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, jenis ancaman untuk keselamatan negara juga kian beragam. Ancaman besar bisa datang dari hal-hal kecil atau bahkan tak kasat mata seperti virus, pun demikian sebaliknya. Sebagai negara dengan tingkat kecerdasan tinggi, saya rasa Taiwan telah mempunyai kesadaran baik terhadap segala ancaman yang berkaitan dengan warga negaranya. Jika negara-negara berkembang lainnya ingin mencapai tingkatan terkait, saya rasa “mencerdaskan kehidupan bangsa” seperti cita-cita Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia bisa menjadi langkah awal yang tepat. Dalam hal ini, mencerdaskan bangsa sama dengan meningkatkan kualitas sebuah negara.

Baca Juga: Ada Rencana ke Taiwan? Ini Rekomendasi Wisata Alam

Halaman:

Editor: Abdul Malik

Tags

Artikel Terkait

Terkini

SMP Islam Krembung Sidoarjo, Menyemai Budaya Literasi

Jumat, 2 Desember 2022 | 15:53 WIB

Amuk Luhuring Luhur

Rabu, 23 November 2022 | 22:10 WIB

Inovasi Seni Pertunjukan

Jumat, 18 November 2022 | 23:29 WIB

Inovasi Seni Jaranan Untuk Entertainment, Ini Rumusnya

Jumat, 18 November 2022 | 23:17 WIB

Desa Ngadas dan Kualitas SDM Wisata

Rabu, 16 November 2022 | 10:32 WIB

Desa Ngadas: Desa Wisata Sarat Budaya

Rabu, 16 November 2022 | 09:54 WIB

Tempe, Kampung Sanan dan Pencak Dor

Rabu, 16 November 2022 | 09:04 WIB

Catatan Dari Forum Puisi Esai ASEAN

Senin, 14 November 2022 | 18:13 WIB

Yuk Mengenal Mayor Hamid Rusdi, Pahlawan dari Malang

Kamis, 10 November 2022 | 21:57 WIB

Kesaksian

Rabu, 9 November 2022 | 16:55 WIB

Gondo Mayit Gunung Yang Menyimpan Misteri

Selasa, 8 November 2022 | 19:58 WIB

Cita-cita Prof Dr I Wayan Rai S, Jadi Dokter

Minggu, 6 November 2022 | 23:48 WIB

Murarame Festival Dalam Cerita

Jumat, 4 November 2022 | 08:22 WIB

Memperingati 77 Tahun PBB

Minggu, 30 Oktober 2022 | 22:53 WIB

Sumpah Pemuda, Tragedi Kemanusiaan dan Arema

Jumat, 28 Oktober 2022 | 20:19 WIB
X