• Sabtu, 3 Desember 2022

Reformasi Birokrasi Pemkot Malang Ala Game Plan Total Football

- Rabu, 28 September 2022 | 14:28 WIB
 Wahyu Eko Setiawan/ Sam WES. Pegiat Sinau Embongan. Ilustrasi KLIKTIMES.COM/ FANDY SETYAWAN (Wahyu Eko Setiawan)
Wahyu Eko Setiawan/ Sam WES. Pegiat Sinau Embongan. Ilustrasi KLIKTIMES.COM/ FANDY SETYAWAN (Wahyu Eko Setiawan)


Oleh Wahyu Eko Setiawan/ Sam WES

Hari ini dilaksanakan pelantikan beberapa kepala dinas dan pejabat baru di Pemkot Malang. Tulisan ini terinspirasi dari peristiwa tersebut, setelah penulis mendapatkan informasi dari seorang rekan kerja melalui telpon WA. Penulis tergelitik, dan sekedar berimajinasi seandainya Para Birokrat/ Pejabat (ASN) Pemkot Malang diibaratkan seperti Para Pemain Sepak Bola. Maka, untuk bisa mengembangkan pola permainan dan memenangkan pertandingan, tentu sangat dibutuhkan Game Plan (Strategi & Taktik) yang sesuai dengan situasi, kondisi dan tantangan ke depan bagi Kota Malang. Sangat jelas, bahwa saat ini sangat dibutuhkan Reformasi Birokrasi Pemkot Malang. Tapi Reformasi Birokrasi yang seperti apa? Bagaimana Game Plannya? Bagaimana formasi dan kualifikasi para pemainnya? Dan lain-lainnya, layaknya sebuah game plan permainan sepak bola. Tentu saja, Walikota Malang dan Wakil Walikota Malang, ditempatkan sebagai Pelatih Utama & Manajernya. Bukan sebagai CEO Kota Malang. Karena sesungguhnya yang menjadi CEO Kota Malang adalah: Seluruh Warga Kota Malang. Yang bisa memecat Walikota Malang dan wakilnya.

Saat ini, untuk bisa menghadapi perkembangan dan tantangan jaman ke depan, terutama pasca dampak pandemi virus Corona dan bayang-bayang krisis global (geopolitik, ekonomi, pangan & perubahan iklim), maka sangat dibutuhkan Game Plan (strategi & taktik) Reformasi Birokrasi yang sesuai (matching), serta tangguh di segala medan juang kehidupan. Pemerintah mulai dari level pusat (nasional) sampai pada level desa/ kelurahan, tentu harus mempunyai Game Plan (strategi & taktik) Reformasi Birokrasi yang sesuai dengan potensi dan tantangan/ permasalahan yang dihadapi masing-masing. Tetapi wajib ada sinkronisasi dan integrasi yang progresif. Pada level Kota Malang, jika diibaratkan sebuah permainan sepak bola, menurut pandangan & pemikiran penulis, maka Reformasi Birokrasi Pemkot Malang sangat cocok menggunakan Ala Game Plan Total Football.

Filosofi Total Football adalah sebuah game plan (strategi & taktik) permainan sepak bola yang memungkinkan untuk semua pemain bertukar posisi (permutasi posisi) secara konstan, sambil menguasai/ mengontrol bola secara erat (keeping, dribling, tackling, passing, heading & shooting) untuk fokus terus maju mencetak gol sebanyak-banyaknya. Dengan demikian, game plan ini sangat membutuhkan kerja tim yang berisi para pemain dengan kualitas skill menyerang dan bertahan sama baiknya di semua lini/ zona permainan. Selain itu, para pemain juga harus mempunyai stamina fisik yang sangat prima, untuk bisa tampil konsisten selama 90 menit waktu permainan. Dalam lapangan Reformasi Birokrasi Pemkot Malang, kita sangat berharap ada tiga gol utama yang bisa diraih. Yaitu: (1) Peningkatan Indeks Kualitas Hidup (Physical Quality of Life Index); (2) Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index); dan (3) Peningkatan Indeks Kebahagiaan (Index of Happiness). Lantas, bagaimana formasi Game Plan Total Football yang sesuai dengan situasi dan kondisi Kota Malang saat ini? Formasi 4 3 3. Yaitu: 4 Pemain Belakang (Back), 3 Pemain Tengah (Midfielder) & 3 Pemain Depan (Tridente/ Tiga Striker). Bagaimana Game Plannya?

Pertama: Kiper/ Penjaga Gawang.
Meskipun posisinya berada di paling belakang, tetapi peran (Tupoksi) Kiper/ Penjaga Gawang ini sangat penting. Agar tidak mudah kebobolan gol. Selain itu, Kiper juga mempunyai peran utama dalam menjaga lini pertahanan yang bekerja bersama Pemain Belakang (Back), dan sekaligus menentukan alur serang serang balik yang secepat kilat. Artinya, Kiper juga harus mampu membaca visi permainan Playmaker (Pemain Tengah/ Midfielder) dan Striker (Pemain Depan). Pada skema Reformasi Birokrasi Pemkot Malang Ala Game Plan Total Football, yang menempati posisi Kiper/ Penjaga Gawang adalah: Sekretariat Daerah (Asisten 1 – 3 & Staf Ahli) & Sekretariat DPRD Kota Malang.

Baca Juga: Walikota Malang Sutiaji Ucapkan Selamat Arema FC Juara dari Mekkah

Kedua: Back (Pemain Belakang)
Jika menggunakan formasi 4 3 3, maka terdapat 4 Pemain Belakang. Yaitu: 2 Centerback, 1 Back Kanan & 1 Back Kiri. Dalam skema Total Football Reformasi Birokrasi Pemkot Malang, maka Back Kanan dan Back Kiri harus mampu menjadi Fullback yang berkinerja sebagai Gelandang Pengangkut Air. Artinya, mempunyai kualitas pertahanan yang mumpuni mendukung Centerback, sekaligus mempunyai mobilitas yang tinggi untuk mendukung daya serang para Pemain Tengah dan Striker. Bahkan juga diharapkan mampu mencetak gol kemenangan.

Dalam Skema Reformasi Birokrasi Pemkot Malang Ala Game Plan Total Football, yang menjadi Centerback adalah: Kepala Bagian/ Kabag. Yang terdiri dari: (1) Kabag Pemerintahan; (2) Kabag Hukum; (3) Kabag Organisasi; (4) Kabag Layanan Pengadaan Barang/ Jasa; (5) Kabag Perekonomian, Infrastruktur & Sumberdaya Alam; (6) Kabag Kesra & Kemasyarakatan; dan (7) Kabag Humas. Yang menjadi Back Kanan adalah: Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dispendukcapil & Diskominfo. Sedangkan yang menjadi Back Kiri adalah: Dinas Perhubungan dan Dinas Perpustakaan & Arsip Daerah.

Ketiga: Midfielder (Pemain Tengah)
Dalam skema formasi 4 3 3, terdapat 3 Pemain Tengah. Yaitu: 1 Playmaker, 1 Sayap Tengah dan 1 Sayap Kiri. Pada skema Reformasi Birokrasi Pemkot Malang Ala Total Football, Playmaker harus mampu menjadi False Nine/ Second Striker. Artinya, harus mampu mengatur/ mengisi ruang gerak progresif (bertahan & menyerang), menciptakan peluang gol, dan insting mencetak gol yang tajam. Sedangkan Pemain Sayap, baik dari kiri dan kanan, harus mempunyai kinerja sebagai Prolific Winger. Yaitu pemain sayap yang mampu maju menusuk menyerang dari sisi kanan dan kiri, bahkan bisa menjadi Striker Murni yang mampu mencetak gol kemenangan, jika situasi dan kondisi sedang membutuhkannya.

Dalam Skema Reformasi Birokrasi Pemkot Malang Ala Game Plan Total Football, yang menjadi Playmaker adalah: Kepala Badan. Yang terdiri dari: (1) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda); (2) Badan Kepegawaian & Pengembangan Sumberdaya Manusia; (3) Badan Kesatuan Bangsa & Politik (Bakesbangpol); (4) Badan Keuangan & Aset Daerah (BKAD); (5) Badan Pendapatan Daerah (Bapenda); (6) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD); dan (7) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Yang menjadi Sayap Kanan adalah: Dinsos P3A PPKB & Disnaker PMPTSP. Yang menjadi Sayap Kiri adalah: Dinas Kesehatan & Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Disketapangtan).

Halaman:

Editor: Abdul Malik

Tags

Artikel Terkait

Terkini

SMP Islam Krembung Sidoarjo, Menyemai Budaya Literasi

Jumat, 2 Desember 2022 | 15:53 WIB

Amuk Luhuring Luhur

Rabu, 23 November 2022 | 22:10 WIB

Inovasi Seni Pertunjukan

Jumat, 18 November 2022 | 23:29 WIB

Inovasi Seni Jaranan Untuk Entertainment, Ini Rumusnya

Jumat, 18 November 2022 | 23:17 WIB

Desa Ngadas dan Kualitas SDM Wisata

Rabu, 16 November 2022 | 10:32 WIB

Desa Ngadas: Desa Wisata Sarat Budaya

Rabu, 16 November 2022 | 09:54 WIB

Tempe, Kampung Sanan dan Pencak Dor

Rabu, 16 November 2022 | 09:04 WIB

Catatan Dari Forum Puisi Esai ASEAN

Senin, 14 November 2022 | 18:13 WIB

Yuk Mengenal Mayor Hamid Rusdi, Pahlawan dari Malang

Kamis, 10 November 2022 | 21:57 WIB

Kesaksian

Rabu, 9 November 2022 | 16:55 WIB

Gondo Mayit Gunung Yang Menyimpan Misteri

Selasa, 8 November 2022 | 19:58 WIB

Cita-cita Prof Dr I Wayan Rai S, Jadi Dokter

Minggu, 6 November 2022 | 23:48 WIB

Murarame Festival Dalam Cerita

Jumat, 4 November 2022 | 08:22 WIB

Memperingati 77 Tahun PBB

Minggu, 30 Oktober 2022 | 22:53 WIB

Sumpah Pemuda, Tragedi Kemanusiaan dan Arema

Jumat, 28 Oktober 2022 | 20:19 WIB
X