• Kamis, 8 Desember 2022

Puisi-puisi Umi Salamah

- Jumat, 26 Agustus 2022 | 20:45 WIB
puisi melihat Indonesia
puisi melihat Indonesia

Puisi-Puisi Umi Salamah*

MERDEKA BELAJAR

  Kelas adalah surga adalah impian Dimana kita menikmati bersama tersenyum penuh  sukacita Bersama musik yang kita mainkan Bersama syair yang kita lantunkan Bersama ilmu yang kita bagikan Kelas adalah surga Bisa di mana saja Di mana hati dipenuhi Kebahagiaan Di mana pikiran mencapai kemerdekaan Di mana prestasi, kreasi, dan inovasi berkembang Kelas adalah Surga tempat yang indah untuk tinggal bersama Biarkan saya menyayangi kalian dengan cara saya sederhana penuh sukacita    

GURU DALAM HIDUP SAYA

Kata-kata tidak bisa menjelaskan sukacita ini untuknya Ketika laut dan langit tenang tak bertenaga Guru bergelora menggerakkan budi dan daya Aku mencintainya dengan sepenuh jiwa Kerna Jiwa tidak pernah berhenti atau pun lupa Kadang-kadang ketika terlelap, Aku bermimpi tentangnya Berdiskusi tentang ilmu dan isi semesta, dan ketika aku terjaga, aku panjatkan seuntai doa Semoga Guru selalu sehat dan bahagia. Guru selalu singgah di jiwa Ketika kita terpisah seperti ini aku membayangkan Guru tersenyum ramah dengan muka ceria Aku tidak menyesal membiarkan perasaan ini Dan tidak peduli Guru di sini atau di sana Aku berterima kasih kepada Tuhan yang Mahaesa Kerna telah mengirimkan Guru yang begitu berharga Jadi aku benar-benar dapat mengatakan sejujurnya bahwa Guru adalah Dewa yang membuka pintu surga bagi kita      

PENDIDIKAN

  Aku tidak harus melihatmu mencintaiku aku hanya perlu tahu  kalian bahagia Aku tidak harus merasa bahwa kalian  telah menyentuh tanganku Aku hanya perlu tahu kalian peduli teman Aku tidak harus melihat ke mata kalian Untuk percaya bahwa ini adalah nyata Aku hanya perlu memahami Apa yang kalian pikirkan dan lakukan bermanfaat bagi dirimu dan lingkungan Kerna pendidikan itu adalah cinta Tidak hanya dilihat dan dipikirkan saja Pendidikan adalah kebijaksanaan Hanya dapat dirasakan dan dilakukan Dengan memiliki cinta kalian Aku memiliki segalanya Kerna pendidikan adalah cinta dan kebijaksanaan  

PENDIDIKAN BUDI PEKERTI

Mari kita mulai hari ini dengan perdamaian Dimulai dengan salam dan  sapa Kemudian senyum menawan di antaranya biarkankasih memancar darimata dan membuatnya bersinar di muka Tapi sebelumnya, Bersihkan hati dari benci. Bersihkan mulut dari kata-kata keji Berbicara  sederhana dan rendah hati Maka komunikasi akan terbuka dan terpuji   Dalam pendidikan tidak diperlukan dusta dan juara Tapi prestasi dan laku terpuji Dalam pendidikan tidak diperlukan kompetisi untuk gengsi Tapi berkembangnya potensi yang kita miliki Secara alami dan kodrati Uang sangat diperlukan, tapi tidak bisa menggantikan kasih sayang. Kepintaran  sangat diperlukan, tapi tidak bisa menggantikan kebaikan. Yang kita perlukan adalah  kebaikan dan kasih sayang Kejujuran dan keteladanan Berikan kepada mereka dan kita akan memiliki segalanya.    

AKU DAN KAMU

Berlayar di samodra luas Bergelora di alam bebas lepas tawa lepas canda kadang kata-kata nakal Gelora kata kata liar tersembunyi inspirasi yang luar biasa Menjadi energi melahirkan karya   Sosok mesterius kita Menutupi wajah segar dan ceria Kita adalah sosok dinamis, ritmik, dan penuh pesona Kita adalah jiwa yang merdeka tak terbelenggu oleh kata   Hanya dengan cara Berbagi canda dan cerita Laku dan ilmu sapa dan doa Kita mendapatkan sejuta makna berkarya dan bekerja penuh suka cita

SURGA

Surga adalah impian Dimana aku dan kamu menikmati hari kita Dan kita tersenyum dengan sukacita Kebahagiaan memenuhi hati kita Ini menyentuh kata-kata yang kita rangkai bersama Kita adalah pecinta, manis dan bahagia Surga adalah sesuatu yang mistis dan  magis Dan tempat yang indah untuk tinggal bersama Saya  pencinta yang mencintai Anda Biarkan saya mencintai dengan cara saya  

TESTIMONI SI MALIN

Andai aku Malin Kundang, perahu yang terkayuh ini kan berlabuh di pusar ibu bagai orok merindu ari tali Oh, ibu permadani merah masih berkain beludru janganlah kau percaya cerita palsu bahwa Malin bukanlah yang jadi batu hati ini masihlah dulu yang selalu setia menghias pangkumu tetaplah buah tak melupa pohonnya bukan pohon semangka berbuah pepaya sesungguhnya hanya satu pintaku carikan aku cinta yang merubah raga membatu menjadi anak kebanggaan ibu  

BELUM CUKUPKAH

  Belum cukupkah sejarah menjadi pencerah Belum cukupkah kitab menjadi pengarah   Mengapa kebencian ditebarkan Kebohongan diarakkan   Ketegangan menjadi ladang Ancaman menjadi mainan Kemarahan menjadi kemeriahan Bisik-bisik menjadi camilan Dan hidup menjadi tak nyaman   Kebhinekaan digeser keserakahan Mengatasnamakan agama dan kebenaran Wajah kebenaran dan keadilan bermetamorfosa Menjadi ladang kebencian, kemarahan, ketegangan, dan ancaman Masihkah belum cukup waktu belajar dari masa lalu yang begitu itu menghambat kemajuan Menciderai kemanusiaan Dan melampaui kehendak Tuhan   Saatnya kita bercermin dari setiap peristiwa Tak ada guna mendominasi dan merasa suci Kita sama-sama anak bangsa yang lahir dari satu garba Mari kita kuatkan persaudaraan kita Bekerja dan belajar bersama Tanpa sekat ras dan agama Kerna kita adalah Saudara        

GOTONG ROYONG

  Peluh tak ada arti Jika hanya saling caci   Kata tak lagi berguna Jika hanya saling cela   Di sini kita bersama Dengan muka menatap cakrawala Tak ada keluh, tak ada dusta Berbagi tanpa janji Memberi dengan bukti   Senyum mengembang di muka Di mana pun kita ada Bersama merentangkan layar Menuju Indonesia raya      

kliktimes.com/tag/MELIHAT-INDONESIA">MELIHAT INDONESIA

  Melihat masa depan Indonesia Aku melihat gelak canda ceria memancarkan asa dan cita mengekspresikan jiwa merdeka Ejawantah generasi emas Indonesia   Melihat masa depan Indonesia Aku melihat sebuah taman aneka warna Yang terikat dalam kanvas bhinnneka tunggal ika Indah penuh pesona Harum semerbak prestasinya   Perbedaan suku,  ras, dan  agama Adalah taman bunga Nusantara Yang harus kita jaga bersama Agar memancarkan pesona dan keharumannya   Wahai generasi emas Indonesia Janganlah pongah dengan segolongan saja Kalian terlahir dari rahim yang sama Dari Ibu pertiwi bernama Indonesia   Melihat masa depan Indonesia Ibu pertiwi tersenyum merona Berharap anak-anaknya bersatu menjaga marwahnya    
*Biodata Dr. Umi Salamah, M.Pd
Umi Salamah lahir di Blitar pada 12 Desember 1963. Ia  menyelesaikan S1 dan S2 di IKIP Malang (sekarang Universitas Negeri Malang) Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, selanjutnya menyelesaikan S3 di Universitas Muhammadiyah Malang Jurusan Ilmu Sosial dan Politik, lulus tahun 2016. Sejak lulus S1 pada 1987, Ia menjadi dosen di Universitas Muhammadiyah Malang, kemudian pada tahun yang sama mengajar di IKIP Budi Utomo Malang hingga sekarang. Selanjutnya pada tahun 1988 melalui kerjasama antarlembaga mengajar di  Universitas Brawijaya hingga sekarang. Pernah mengajar di  UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Poltekes Negeri Malang, Perguruan Tinggi Asia, STIMMI, dan Akbid Ken Dedes tahun 1998—2012. Pada tahun 2016 melakukan riset kolaboratif dengan kolega di Universitas Kebangsaan Malaysia.
Selain mengajar, Ia menulis buku-buku semua matakuliah yang diampu. Selain itu juga menulis buku penunjang penelitian berjudul Perspektif Teori Posmodern dalam Kajian Sosial Politik Kontemporer; Sosiologi Sastra, Metode, dan Implementasinya; Kajian Kebudayaan Indonesia, Sejarah Kebudayaan Indonesia; dan Penta Politik Indonesia. Ia juga menulis beberapa artikel di jurnal ilmiah, antara lain pada jurnal Paradigma, Jurnal Pendidikan JINOP (Jurnal Inovasi Pembelajaran), Jurnal Sosial  Pelopor, Jurnal Kebudayaan Satwika, Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JSP) UGM,  Jurnal Pembelajaran Sastra HISKI, Jurnal Diksi UNY,  Jurnal Alfabeta, Jurnal Pambudi dan International Journal of Scientific and Research Publication (IJSRP).  Ia juga aktif mengisi artikel populer di beberapa koran cetak Nasional dan online, antara lain Republika, Teropong, dan Koran Pendidikan. Saat ini sedang menyelesaikan Trilogi novel yang bertema Kebangsaan-kebhinekaan.
Sebagai akademisi, Ia aktif melakukan  riset yang didanai oleh DP2M Dikti sejak tahun 1990 hingga sekarang.  Ia aktif mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui berbagai seminar dan conferensi bidang bahasa, sastra, kebudayaan, dan politik, baik nasional maupun internasional sebagai pembicara dan peserta. Untuk menjalankan tugas Tri-Darma Perguruan tinggi, Ia juga mengabdikan kepada masyarakat, baik di sekolah-sekolah maupun lembaga swadaya dan kelompok masyarakat.
Di samping sebagai akademisi, Ia juga aktif sebagai Dewan Pembina Nasional Federasi Guru Independen Indonesia (FGII), Dewan Penasihat Komunitas Peduli Malang (Asli Malang), Pengurus Komite Kebudayaan Kota Malang, pengurus HISKI (Himpunan Sarjana Kesusasteraan Indonesia), Pengurus ADOPSI (Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia), anggota Jelajah Jejak Malang (JJM), anggota Heritage Malang Community, anggota Sahabat Moseum Mpu Purwa, Ketua komunitas Nusantara Culture Academy.
            Sejak 2017, Ia bersama para penggiat budaya dan para ekspert lintas ilmu yang peduli pada kebudayaan Nusantara dan transformasinya mendirikan Perkumpulan untuk melakukan  riset eksplorasi, konservasi, transformasi, dan fungsionalisasi sejarah dan budaya Nusantara. Perkumpulannya itu diberi nama Nusantara Culture Academy (NCA) yang berskretariat di Metro Residen Blok E no. 7 Bandulan Malang. Dalam menjalankan riset dan fungsionalisasinya, NCA menjadikan Malang Raya sebagai laboratoriumnya.
Malang, 31 Juli 2021
Umi Salamah
 

Editor: Abdul Malik (lik)

Tags

Terkini

Puisi Hari Armada RI

Rabu, 7 Desember 2022 | 22:08 WIB

Ibuku Seorang Dharma Wanita

Rabu, 7 Desember 2022 | 16:53 WIB

Puisi Enam Desember

Selasa, 6 Desember 2022 | 08:08 WIB

Puisi Hari Tanah Sedunia

Senin, 5 Desember 2022 | 19:41 WIB

Puisi Gunung Semeru Meletus

Senin, 5 Desember 2022 | 10:41 WIB

Puisi Hari Artileri Nasional

Minggu, 4 Desember 2022 | 10:33 WIB

Puisi Hari Disabilitas Internasional

Sabtu, 3 Desember 2022 | 22:21 WIB

Tlusupen

Kamis, 1 Desember 2022 | 23:22 WIB

Puisi Hari AIDS

Kamis, 1 Desember 2022 | 15:40 WIB

Puisi Hari Menanam Pohon Indonesia

Selasa, 29 November 2022 | 16:35 WIB

Puisi Hari Dongeng Nasional

Selasa, 29 November 2022 | 07:12 WIB

Puisi Maroko Jaya

Senin, 28 November 2022 | 06:54 WIB

Puisi Hari Keris Dunia

Sabtu, 26 November 2022 | 10:50 WIB

Puisi Harga Diri, Untuk Ibu D. Masyitoh

Jumat, 25 November 2022 | 09:35 WIB

Puisi Gempa Cianjur

Kamis, 24 November 2022 | 21:03 WIB

Puisi Hujan Sore

Kamis, 24 November 2022 | 16:24 WIB

Puisi Hari Guru Nasional 25 November 2022

Selasa, 22 November 2022 | 08:13 WIB

Puisi Gempa Magnitudo

Senin, 21 November 2022 | 23:35 WIB

Puisi Duka Aremania

Minggu, 20 November 2022 | 22:25 WIB

Puisi Hari Anak Dunia

Minggu, 20 November 2022 | 16:11 WIB
X