• Jumat, 29 September 2023

Jangan Asal Beli Rumah, Cek Kadar PM2.5 Lingkungannya Dulu

- Selasa, 16 Agustus 2022 | 08:18 WIB
idft751nr6egl
idft751nr6egl

KLIKTIMES.COM|JAKARTA- Saat membeli rumah, tentu faktor lingkungan harus menjadi pertimbangan. Hunian yang sehat memiliki sejumlah indikator, salah satunya adalah udara bersih.

Oleh karena itu, penting bagi calon pembeli rumah agar wajib mengetahui apakah keadaan sekitar lingkungan rumah mereka sudah sehat atau belum. Hal ini bisa dilakukan dengan mengetahui kualitas udara yang memiliki PM2.5 rendah.

Namun, sebenarnya apa itu PM2.5?

“PM2.5 merupakan sebuah partikel berukuran lebih kecil dari 2,5 mikro dan dianggap paling berbahaya karena sifatnya yang ringan hingga dapat bertahan lama di udara. Bahkan dampak dari PM2.5 ini bisa membuat iritasi pada mata, hidung, asma, flu hingga kulit kering,” tutur dr. Elfa Satri, dokter umum yang terafiliasi dengan Halodoc dalam keterangannya diterima Kliktimes.com, Selasa (16/8/2022).

Baca Juga : Ini 5 Besar Daerah Penghasil Beras di Indonesia, Sampai Jutaan Ton Per Tahun

PM2.5 ini memiliki ukuran yang sangat kecil, bahkan hanya sebesar pasir dan tidak bisa disaring oleh tubuh manusia. Salah satu dampak PM2.5 juga dapat menurunkan kecerdasan serta menurunkan fungsi kognitif pada anak kecil.

“Menurut data studi yang dilakukan oleh Air Quality Life Index bekerjasama dengan University of Chicago, PM2.5 dapat menurunkan angka harapan hidup. Di daerah tertentu seperti Jabodetabek, pengurangan angka harapan hidup ini bahkan bisa mencapai 5-7 tahun,” jelas CEO and Co-Founder Nafas Indonesia, Nathan Roestandy.

Selain itu, polusi PM2.5 di daerah perumahaan juga menjadi hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli rumah.

“Dampak memiliki lingkungan area rumah yang memiliki PM2.5 tinggi di antaranya dapat menyebabkan asma, risiko mengembangkan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), fungsi paru-paru berkurang, gangguan perkembangan saraf hingga risiko penyakit lebih tinggi saat dewasa,” kata Nathan.

Lebih lanjut, menurut data yang dirilis oleh Nafas pada Juni 2022, polusi PM2.5 tidak dapat ditanggulangi hanya dengan memperbanyak penanaman pohon dan penciptaan area hijau. Data ini juga menunjukkan bahwa polusi PM2.5 dapat dipengaruhi oleh curah hujan dan angin.

Secara rata-rata, polusi PM2.5 ditaksir lebih tinggi di pagi hari dan sifatnya cukup fluktuatif. Selain itu, kadar polusi PM2.5 tidak akan mengalami penurunan hanya dengan pengurangan mobilitas kendaraan bermotor saja. (Ell)

Editor: Nurlayla (ell)

Tags

Terkini

Sudah Punya Rumah? Kalau belum kenali KPR Tapera BTN

Jumat, 10 Februari 2023 | 14:13 WIB

Ini Cara Beli Rumah Agar Dapat Lokasi yang Strategis

Kamis, 8 Desember 2022 | 11:08 WIB

Kemenparekraf: Pengelolaan Homestay Terpusat di BUMDes

Selasa, 25 Oktober 2022 | 19:20 WIB

Kota Podomoro Tenjo Laku 4.100 Unit di Tengah Pandemi

Jumat, 19 Agustus 2022 | 11:54 WIB

Beli Rumah Lelang, Cek Plus Minusnya

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 11:36 WIB
X