Program Kurikulum Merdeka Belajar, Ratusan Pelajar SMPN 1 Pandaan Praktek Batik Tulis

- Rabu, 25 Januari 2023 | 15:44 WIB
BELAJAR MEMBATIK- Siswa-siswi SMPN 1 Pandaan, Pasuruan belajar membatik di rumah produksi Batik tulis Lintang, di perumahan GPA, Ngijo, Karangploso, Kabupaten Malang (KLIKTIMES.COM/YONA)
BELAJAR MEMBATIK- Siswa-siswi SMPN 1 Pandaan, Pasuruan belajar membatik di rumah produksi Batik tulis Lintang, di perumahan GPA, Ngijo, Karangploso, Kabupaten Malang (KLIKTIMES.COM/YONA)

KLIKTIMES.COM | MALANG - Kurikulum merdeka belajar benar benar dilakukan oleh Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Pandaan. Hal itu terlihat saat 355 murid SMPN 1 Pandaan yang jauh jauh dari Pandaan ke Kabupaten Malang untuk menyelami langsung batik tulis yang ada di rumah produksi batik tulis Lintang di desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Rabu (25/01/23) siang.

Sebelum praktek, ratusan Pelajar kelas VII ini diberikan pengetahuan secara teori terlebih dahulu. Setelah diberi teorinya, masing-masing pelajar diberikan kesempatan membuat pola dengan teknik tulis mencanting ke kertas. Kemudian para pelajar ini juga diajarkan dan berpraktek untuk mewarnai dari pola batik yang dibuat masing-masing pelajar.

Dibimbing oleh beberapa pembatik serta beberapa mahasiswa yang magang di rumah produksi Batik tulis Lintang itu, ratusan siswa-siswi itu dibagi menjadi beberapa kelompok.

Setiap kelompok beranggotakan 10 orang setiap siswa diberikan kesempatan bergotong royong mulai dari pembuatan pola motif, hingga mewarnainya.

Seorang pelajar SMPN 1 Pandaan, Yuda Ari Mukti mengatakan jika dirinya sangat senang dengan kegiatan kali ini. Ternyata membatik memerlukan ketelitian dan kesabaran. Hal itu yang membuat membatik susah di mata anak muda seperti dirinya.

"Yang susah itu ketika membuat pola dan membuatnya tepat tersambung satu pola dengan pola lainnya. Harus teliti dan sabar," ungkap Yudha

Selain itu, ia juga senang karena dari batik tulis ini, dirinya menjadi tahu bahwasanya batik tulis harus dilestarikan.

"Kita jadi tahu bahwa budaya membatik ini harus dilestarikan. Tadi yang paling sulit adalah melukis dengan canting, " ungkap Yudha.

Lain halnya dengan Stefa, pelajar kelas VII ini mengaku telah mengetahui batik sebelumnya dari tayangan di internet dan televisi. Ia pun tahu bahwa batik itu merupakan bagian dari warisan budaya Indonesia.

Halaman:

Editor: Anggi Dwi Anggraeni

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mantan Napi Teroris Selesaikan Studi Doktor di UMM

Jumat, 20 Januari 2023 | 11:09 WIB

Kuliah S2 di Jepang? Ada beasiswa dari Ajinomoto

Jumat, 13 Januari 2023 | 15:03 WIB
X