Lagi, Warga Tewas Tertabrak Kereta Api di Perlintasan Madiun

- Rabu, 25 Januari 2023 | 09:11 WIB
Darno warga desa Mojopurno Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun tewas tertabrak KA Kahuripan. Selasa (24/01/2023) 19.40 WIB. (KLIKTIMES.COM/RIN)
Darno warga desa Mojopurno Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun tewas tertabrak KA Kahuripan. Selasa (24/01/2023) 19.40 WIB. (KLIKTIMES.COM/RIN)

KLIKTIMES.COM | MADIUN - Peristiwa orang tertabrak Kereta Api (KA) kembali terulang. Kali ini KA Kahuripan jurusan Blitar - Kiaracondong telah menyerempet orang di Km 158+3 antara Stasiun Babadan dengan Stasiun Madiun pada Selasa (24/01/2023) malam pukul 19.40 WIB.

Adanya orang tertemper kereta api tersebut dibenarkan opeh Manager Humas Daop 7 Madiun, Supriyanto. Sebelum terjadinya peristiwa orang tertabrak kerera api Kahuripan tersebut, ada warga yang melihat seseorang menelpon dengan memakai handfree beserta motornya sejak sore hari di seputar TKP.

" Iya betul, korban bernama Darno warga desa Mojopurno Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun," kata Supriyanto, Rabu (25/01/2023).

Mendapat laporan adanya orang tertemper kereta api tersebut, lanjutnya, petugas stasiun dan Polsuska menuju ke lokasi, untuk mengamankan jalur, dan korban ditemukan berada di jalur dalam kondisi luka parah.

" Selanjutnya kami menghubungi Polsek Nglames untuk proses evakuasi korban ke RSUD Mejayan Caruban oleh Tim Inafis Polres Madiun," paparnya.

Lebih lanjut Supriyanto menghimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di jalur kereta api. Larangan tersebut selain membahayakan diri sendiri, juga mengganggu perjalanan kereta api. Bahkan bagi pelanggar bisa dikenakan pidana.

" KAI dengan tegas melarang warga masyarakat berada di jalur kereta api untuk aktivitas apapun, selain untuk kepentingan operasional kereta api,” tegas Supriyanto.

Ditambahkannya, larangan beraktivitas di jalur kereta api telah ditegaskan dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian pasal 181 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api, menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel atau melintasi jalur kereta api, ataupun menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain, selain untuk angkutan kereta api dapat dikenai hukuman berupa pidana.

" Yaitu penjara paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 15 juta. Sesui UU 23 Tahun 2007 pasal 199," imbuhnya.

Halaman:

Editor: Anggi Dwi Anggraeni

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polres Jember Janji Memburu Dalang Tambang Emas Liar

Jumat, 27 Januari 2023 | 15:04 WIB
X