Dinilai Tak Dukung Usut Tuntas, Aremania Mulai Berhenti Follow Akun Medsos Arema FC Official

- Sabtu, 3 Desember 2022 | 07:46 WIB
UNFOLLOW AREMA FC - Aremania merasa kecewa dengan sikap manajemen karena dinilai tidak mendukung gerakan usut tuntas tragedi Kanjuruhan, mereka akhirnya mengambil sikap untuk berhenti mengikuti medsos Arema FC official.  (KLIKTIMES.COM/HAYU YUDHA)
UNFOLLOW AREMA FC - Aremania merasa kecewa dengan sikap manajemen karena dinilai tidak mendukung gerakan usut tuntas tragedi Kanjuruhan, mereka akhirnya mengambil sikap untuk berhenti mengikuti medsos Arema FC official. (KLIKTIMES.COM/HAYU YUDHA)

KLIKTIMES.COM | KOTA MALANG - Aremania merasa kecewa dengan sikap manajemen Arema FC karena cenderung pasif terkait pengusutan tuntas tragedi Kanjuruhan yang terjadi 1 Oktober 2022 lalu. Mereka kini mulai melakukan gerakan unfollow atau berhenti mengikuti akun media sosial twitter @AremafcOfficial.

Salah satu Aremania dari wilayah Malang Barat, yakni Udin mengaku sangat setuju dengan gerakan unfollow ini. Mereka ingin membangunkan kesadaran manajemen Arema FC. Bahwa 135 korban meninggal dunia dan 600 lebih suporter yang terluka membutuhkan keadilan terutama bantuan hukum.

"Gerakan unfollow akun Arema FC saya sangat setuju. Soalnya sejak kejadian Tragedi Kanjuruhan, 1 Oktober 2022 sampai sekarang dari manajemen dan petinggi yang lain seolah menutup mata, menutup hati dan telinga mereka. Soalnya sampai sekarang belum ada tindak lanjut terutama bantuan hukum untuk mendampingi teman-teman Aremania untuk mengusut Tragedi ini," kata Udin.

Pantauan akun twitter Arema FC pada Kamis, 1 Desember 2022 lalu. Terdapat 1.364.192 pengikut. Sedangkan pantauan pada Jumat, 2 Desember 2022 pengikut akun twitter Arema FC sudah berkurang menjadi 1.363.756.

Udin menuturkan, bahwa Aremania sampai saat ini masih terus menuntut keadilan bagi korban Tragedi Kanjuruhan. Mulai dari turun ke jalan, mengirim surat ke Presiden RI Joko Widodo. Hingga menempuh jalur hukum dengan melaporkan pasal 338 dan 340 KUHP tentang pembunuhan dan pembunuhan berencana.

"Kami menghargai dan mengapresiasi pihak manajemen yang sudah membantu untuk pemberian santunan. Yang kita butuhkan bukan hanya itu, karena sebesar apapun santunan tidak akan bisa menghidupkan saudara kami 135 nyawa Aremania yang direnggut paksa tersebut," ujar Udin.

Baca Juga: Aremania Berharap Presiden Memberi Diskresi Terkait Penegakan Hukum Tragedi Kanjuruhan

Disisi lain manajemen Arema FC dianggap cenderung abai dengan upaya suporter menuntut keadilan. Tim Arema FC bahkan sudah kembali memulai latihan untuk bersiap mengikuti lanjutan kompetisi Liga 1. Suporter pun mendesak klub agar juga turut mengawal pengusutan Tragedi Kanjuruhan. Jika tidak maka suporter akan memilih sikap acuh pada Arema FC.

"Jadi yang kami harapkan dari pihak manajemen dan juga pihak terkait. Marilah bersama-sama kita kawal kasus ini sampai tuntas. Mengawal dengan sungguh-sungguh dari bantuan hukum dan lainnya. Insya Allah kalau memang manajemen mau turun juga di jalur hukum saya yakin dengan kerelaan Aremania mereka akan kembali," tutur Udin.

Udin menilai manajemen setelah memberikan santunan kesejumlah korban seolah lepas tangan dengan persoalan hukum yang sedang diperjuangkan Aremania. Sehingga langkah unfollow secara massal menjadi puncak kekecewaan Aremania pada Arema FC.

Halaman:

Editor: Abdul Malik

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polres Jember Janji Memburu Dalang Tambang Emas Liar

Jumat, 27 Januari 2023 | 15:04 WIB
X