• Sabtu, 3 Desember 2022

Kades Klatakan Jadi Tersangka Pencurian di Ladang Tebu Sewa Ketua NasDem Jember

Nur
- Rabu, 28 September 2022 | 10:17 WIB
Garis polisi terpasang di area pembabatan ladang tebu di tanah kas Desa Klatakan, Kecamatan Tanggul, Jember. (SUTRISNO/KLIKTIMES.COM)
Garis polisi terpasang di area pembabatan ladang tebu di tanah kas Desa Klatakan, Kecamatan Tanggul, Jember. (SUTRISNO/KLIKTIMES.COM)

 

KLIKTIMES.COM|JEMBER- Peristiwa pembabatan di ladang tebu dalam area tanah kas Desa Klatakan, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember berujung menjadi perkara tindak pidana.

Hal ini sehubungan dengan keputusan polisi yang menetapkan Kepala Desa Klatakan, Ali Wafa sebagai tersangka kasus pencurian sekaligus penggelapan atas kejadian tersebut.

“Sudah gelar perkara naik ke penyidikan dan menetapkan tersangka, yakni Kades AW (Ali Wafa)," ungkap Kasat Reskrim Polres Jember, AKP Dika Hadiyan Widya Wiratama.

Tersangka Ali Wafa dijerat Pasal 362 juncto Pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman 5 sampai 7 tahun penjara.

Baca Juga: Dapat Hukuman Seumur Hidup, Narapidana Kasus Pembunuhan Ini Justru Berkarya di Lapas Kelas I Lowokwaru

"Kita menerapkan pasal tersebut, karena tersangka mengambil tebu berikut melelang lahan untuk disewakan kepada orang lain, saat masih berlaku dalam masa perjanjian sewa dengan pihak lain," jelas Dika.

Sebelumnya, tersangka Ali Wafa memang dilaporkan ke polisi dengan tudingan sengaja membabat tebu dan menjualnya ke Pabrik Gula Semboro sejak tanggal 24 Agustus 2022 lalu.

Pelapornya adalah Andi Cahyono Putra, pengacara dari Ketua DPD NasDem Jember, Marsuki Abdul Ghofur yang mengklaim sebagai pemilik tebu karena haknya menjadi penyewa lahan tanah kas Desa Klatakan.

Pelapor menganggap terikat perjanjian sewa lahan dalam rentang waktu 2021-2022 setelah membayar harga sewa Rp355 juta sekaligus kompensasi Rp150 juta.

Halaman:

Editor: Nur

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pohon Tumbang Tutup Akses Jalan Raya Panekan Magetan

Jumat, 2 Desember 2022 | 22:57 WIB
X