• Sabtu, 3 Desember 2022

Ini Alasan Massa SPI Geruduk Kantor Kementan

- Selasa, 27 September 2022 | 17:46 WIB
Massa SPI saat berdemo di Kantor Kementerian Pertanian Ragunan. Kliktimes.com/Sirhan
Massa SPI saat berdemo di Kantor Kementerian Pertanian Ragunan. Kliktimes.com/Sirhan

KLIKTIMES.COM | JAKARTA - Ketua Departemen Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) DPP Serikat Tani Indonesia (SPI) Angga Hermanda mengungkapkan alasan pihaknya melakukan aksi unjuk rasa di kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Ragunan Jakarta Selasa (27/9/2022).

Dikatakan, SPI menilai pemerintah khususnya kementerian Pertanian tidak pernah mendorong sektor pertanian dengan melindungi dan menjamin hak-hak petani dan produsen pangan skala kecil lainnya di Indonesia.justru mengambil kebijakan yang merugikan petani di Indonesia.

Selain itu, kementan juga masih melakukan diskriminasi terhadap para petani yang tergabung diluar dari bentuk kelompok tani (poktan) dan gabungan kelompok tani (gapoktan). Padahal, sesuai putusan Mahkamah Konstitusi RI Nomor 87/PUU-XI/2013 tertanggal 5 November 2014, upaya perlindungan hak-hak petani yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani (UU Perlintan) harus bersifat utuh, tidak boleh terbatas hanya pada poktan dan gapoktan saja.

"Sudah 8 tahun Kementan membiarkan situasi ini. Bahkan di dalam Permentan Nomor 67 Tahun 2016 tentang Kelembagaan Petani, pemerintah masih membiarkan masalah diskriminasi tersebut berlanjut," kata Angga kepada Kliktimes di lokasi demo.

Sehingga hal itu, kata Angga banyak petani yang kesulitan mengakses berbagai program.Seperti subsidi maupun bantuan, hanya karena bentuk kelembagaan bukan bernama poktan dan gapoktan kementan.

"Hal itu jelas mengabaikan eksistensi dari beragam bentuk organisasi petani yang ada di Indonesia, yang selama ini telah berjuang keras sebagai penghasil pangan di Indonesia,” Tegasnya.

Alasan lainnya adalah, kata Angga adanya kebijakan Food Estate yang tidak efektif,untuk mengatasi masalah produktivitas komoditas pangan di Indonesia.Begitu pula dengan Genetic Modified Organism (GMO) yang akan menjadi ancaman bagi keanekaragaman hayati, seperti benih kedelai lokal yang ada di Indonesia.

"Penggunaan GMO hanya akan membuat petani tidak berdaulat akan benih dan semakin tergantung pada korporasi," kata Angga mengutip pernyataan Kepala Pusat Perbenihan Nasional (PPN) Dewan Pengurus Pusat SPI, Kusnan.

Selain itu, upaya pemerintah mendorong penggunaan bibit GMO juga bertentangan dengan desain pembangunan pertanian Indonesia ke depannya.Padahal pemerintah memiliki program 1.000 Desa Berdaulat Benih (DBB) dan 1.000 Desa Organik (DO).

Halaman:

Editor: Moh Haikal Aslikh Rosyada

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Daftar Lengkap Spotify Wrapped tahun 2022

Kamis, 1 Desember 2022 | 12:18 WIB
X