Cegah Polio, Pahami Gejala Awalnya

- Sabtu, 3 Desember 2022 | 10:39 WIB
Arsip foto: Petugas kesehatan memberikan vaksin polio dengan cara disuntikan kepada seorang anak balita saat imunisasi di Posyandu Kuta Alam, Banda Aceh, Aceh, Selasa (2/2/2021)
Arsip foto: Petugas kesehatan memberikan vaksin polio dengan cara disuntikan kepada seorang anak balita saat imunisasi di Posyandu Kuta Alam, Banda Aceh, Aceh, Selasa (2/2/2021)

KLIKTIMES.COM | JAKARTA- Kementerian Kesehatan telah menjadikan penyakit polio sebagian kejadian luar biasa (KLB) setelah penemuan satu kasus Aceh pada awal November, sehingga orang tua perlu meningkatkan kewaspadaan dengan mengenali gejala dan cara pencegahannya agar anak tidak tertular.

Medical Content Marketing Senior Manager Alodokter dr. Abi Noya mengatakan, polio merupakan sebuah penyakit saraf yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen, yang disebabkan oleh infeksi virus yang sangat menular.

"Penyebaran virus polio dapat terjadi melalui kontak langsung dengan tinja penderita polio, atau melalui konsumsi makanan dan minuman yang telah terkontaminasi virus polio," kata Abi melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa.

Berdasarkan gejalanya, terdapat dua jenis polio yaitu polio yang tidak menyebabkan kelumpuhan (non paralisis) dan polio yang menyebabkan kelumpuhan (paralisis).

Polio non paralisis menimbulkan gejala seperti demam, sakit kepala, radang tenggorokan, muntah, otot terasa lemah, kaku di bagian leher dan punggung, serta nyeri dan mati rasa di bagian lengan atau tungkai.

Gejala-gejala tersebut dapat berlangsung selama 1-10 hari dan akan menghilang dengan sendirinya.

Sedangkan polio paralisis, gejala awalnya sama dengan gejala polio non paralisis. Namun setelah satu pekan, akan ada gejala lain yang mengikuti seperti hilangnya refleks tubuh, ketegangan otot yang terasa nyeri, serta tungkai atau lengan yang terasa lemah.

Abi mengatakan bahwa jika sudah terkena polio, maka penanganannya akan sulit dilakukan. Terlebih, obat yang ada saat ini baru mampu meringankan keluhan, memperlambat perjalanan penyakit, dan mencegah komplikasi, bukan menyembuhkan polio sepenuhnya.

"Oleh karena itu, janganlah kita menyepelekan pepatah yang sudah sering kita dengar, yakni mencegah lebih baik daripada mengobati. Dengan menepati jadwal imunisasi dasar yang sudah dicanangkan oleh pemerintah melalui program-program dari Kementerian Kesehatan, kita bisa mencegah bahkan mengakhiri penyebaran polio," ujar Abi.

Halaman:

Editor: Anggi Dwi Anggraeni

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dampak Stunting yang Membahayakan Anak

Kamis, 26 Januari 2023 | 16:15 WIB

Awas! Jangan Beri Anak Jajanan Seperti ini, Berbahaya

Selasa, 24 Januari 2023 | 14:49 WIB

5 Buah Murah Tapi Kaya Manfaat

Rabu, 18 Januari 2023 | 06:00 WIB
X