• Sabtu, 3 Desember 2022

Kurangi Pravalensi Merokok, Ini Upaya yang Dilakukan Swedia dan Selandia Baru

- Kamis, 29 September 2022 | 12:17 WIB
Ilustrasi - Berhenti merokok
Ilustrasi - Berhenti merokok

KLIKTIMES.COM | JAKARTA- Produk tembakau alternatif seperti kantung nikotin, rokok elektrik, dan tembakau yang dipanaskan diklaim memiliki profil risiko yang lebih rendah daripada rokok sehingga dimaksimalkan sejumlah negara guna menurunkan prevalensi merokok dan memperbaiki kualitas kesehatan masyarakat, misalnya Swedia dan Selandia Baru.

"Jika ingin melihat negara lain sebagai contoh, Selandia Baru berhasil mengimplementasikan GEG (Generational End Game) karena memiliki sistem pendukung lain yang tersedia untuk beralih ke vape,” kata Sharifah Ezzat Wan Puteh, Manajemen Rumah Sakit dan Ekonomi Kesehatan Universiti Kebangsaan Malaysia saat menjadi narasumber dalam forum Evolving Treatment Methodologies in Addiction (ETMA) dilansir worldofbuzz.com, Selasa.

Sharifah menjelaskan, penggunaan produk tembakau alternatif untuk menurunkan prevalensi merokok juga sudah dilakukan di Swedia. Berkat pemanfaatan produk tersebut, tingkat kematian terkait konsumsi nikotin di Swedia jauh lebih rendah dibandingkan negara-negara Eropa lainnya. Padahal, prevalensi rokok di Swedia tidak jauh berbeda dengan negara-negara di Benua Biru.

Narasumber lainnya dalam ETMA, Psikolog dan Pendiri Klinik Berhenti Merokok bernama Fagerstrom Consulting, Karl Fagerstrom menjelaskan rendahnya tingkat kematian tersebut karena adanya perbedaan cara konsumsi nikotin antara masyarakat Swedia dan masyarakat di negara-negara Eropa lainnya.

Masyarakat Swedia lebih cenderung menggunakan produk tembakau alternatif, dalam hal ini snus atau kantong nikotin. Sementara masyarakat Uni Eropa lainnya cenderung merokok.

Mengutip data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), Karl menyebutkan tingkat kematian akibat kanker paru-paru di Swedia hanya mencapai 87 per 100 ribu kasus kematian, lebih rendah dibandingkan rata-rata tingkat kematian akibat kanker paru-paru di negara-negara Uni Eropa yang mencapai 220, bahkan lebih rendah dari angka minimalnya yang sebesar 91.

Tingkat kematian akibat semua penyebab yang berhubungan dengan tembakau di Swedia juga tercatat hanya mencapai 222, lebih kecil dari rata-rata tingkat kematian di Uni Eropa yang mencapai 550.

“Ketika Anda menggunakan snus, jumlah asupan nikotinnya sama dengan rokok. Jadi, konsumsi nikotin pengguna snus tidak lebih rendah dibanding pengguna rokok. Namun, tentu saja efek konsumsinya sangat berbeda,” ujarnya.

Perbedaan efek konsumsi ini bahkan diperkuat dengan profil tingkat kematian akibat konsumsi nikotin di kalangan pria dan wanita di Swedia. Berdasarkan data Global Burden Disease Study yang juga dikeluarkan oleh WHO, secara total, tingkat kematian pria akibat semua penyebab terkait tembakau di Swedia mencapai 70, sementara rata-rata tingkat kematian di Uni Eropa mencapai 125.

Halaman:

Editor: Anggi Dwi Anggraeni

Tags

Terkini

Cegah Polio, Pahami Gejala Awalnya

Sabtu, 3 Desember 2022 | 10:39 WIB

6 Ciri-ciri Fisik Wanita Tidak Perawan

Jumat, 2 Desember 2022 | 14:16 WIB

Sehat dan Berkilau, Berikut Tips dalam Merawat Rambut

Rabu, 30 November 2022 | 09:04 WIB

Manfaat Morning Sex, 'Olahraga' Pagi Penghilang Stres

Rabu, 30 November 2022 | 08:55 WIB

Penderita Diabetes Bisa Pakai ini untuk Pemanis Tambahan

Selasa, 29 November 2022 | 15:22 WIB

Antara Obat Sirop dan Puyer, ini Lebih Baik untuk Anak

Selasa, 29 November 2022 | 14:12 WIB
X