• Sabtu, 3 Desember 2022

Ridho Hafiedz: Semoga Alat Musik Tradisi Semakin Dikenal dan Masuk Kurikulum Pendidikan

- Rabu, 28 September 2022 | 15:14 WIB
Musisi Ardhito Pramono saat tampil di acara musik budaya bertajuk "Nada Nusantara" yang digelar di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (27/9/2022). (ANTARA/HO) (ANTARA)
Musisi Ardhito Pramono saat tampil di acara musik budaya bertajuk "Nada Nusantara" yang digelar di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (27/9/2022). (ANTARA/HO) (ANTARA)

KLIKTIMES.COM | JAKARTA-Candi Borobudur menjadi episentrum penciptaan karya seni termasuk musik.

Salah satu peristiwa budaya bertajuk konser musik budaya “Nada Nusantara" diselenggarakan di Candi Borobudur.

Pemilihan Candi Borobudur menjadi lokasi konser, selain karena mengandung nilai histori yang panjang tentang peradaban manusia, juga saksi nyata bahwa alat musik Nusantara telah hidup sejak abad 8 Masehi, terbukti dari pahatan lebih dari 40 jenis alat musik di panel-panel relief candi.

Konser musik budaya bertajuk “Nada Nusantara" menampilkan sederet musisi kenamaan Indonesia serta mengusung kampanye penggunaan alat musik tradisi sukses digelar di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (27/9).

Konser tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan program Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) berkolaborasi dengan Yayasan Atma Nusvantara Jati (ATSANTI Foundation).

"Pada program Nada Nusantara ini, ATSANTI menggandeng beberapa musisi kontemporer untuk turut mengampanyekan penggunaan alat musik tradisi dalam karya musik mereka,” ujar Ketua Yayasan ATSANTI Nilo Wardhani dalam rilis pers yang diterima, Rabu (28/9).

Baca Juga: Presiden: Pertunjukan Seni Menambah Minat Wisatawan ke Candi Borobudur

Program ini telah dimulai pada pertengahan 2022 di tiga titik daerah, yaitu Jawa Tengah, Bali, dan Maluku. Kegiatan terdiri dari workshop dan forum group discussion (FGD) serta kolaborasi penciptaan musik baru antara musisi kontemporer dan musisi-musisi dari tiga daerah.

Selain itu, ada pula kegiatan pembuatan dokumenter yang bertujuan merekam perjalanan budaya, proses belajar, dan proses mencipta para musisi.

Halaman:

Editor: Abdul Malik

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ibu Hamil Perlu Banyak Dukungan, ini Alasannya

Sabtu, 3 Desember 2022 | 12:58 WIB

Peace For All, Koleksi Terbaru UNIQLO untuk Amal

Sabtu, 3 Desember 2022 | 12:54 WIB

Cegah Polio, Pahami Gejala Awalnya

Sabtu, 3 Desember 2022 | 10:39 WIB

6 Ciri-ciri Fisik Wanita Tidak Perawan

Jumat, 2 Desember 2022 | 14:16 WIB
X