• Jumat, 30 September 2022

Sandiaga Soroti Teknologi Digital Bagi Perempuan

- Kamis, 21 April 2022 | 12:47 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Salahuddin Uno dalam Webinar Hari Kartini _
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Salahuddin Uno dalam Webinar Hari Kartini _

KLIKTIMES.COM | JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Salahuddin Uno menyoroti pentingnya penguasaan teknologi digital bagi perempuan, agar dapat memanfaatkan potensi ekosistem digital dengan maksimal. "Penguasaan teknologi digital menjadi sangat strategis. Pengusaha perempuan memberikan kontribusi 9,1 persen terhadap PDB, masih di sektor UMKM. Angka ini masih sangat kurang, sementara 43 persen UMKM formal dimiliki perempuan, dengan 41,6 persen di bidang kuliner, 18 persen di fesyen, dan 15 persen di kriya," papar Menparekraf dalam panel diskusi daring, Kamis. "Peran perempuan super penting di era ini karena mampu mengantisipasi perubahan tuntutan dan perilaku pasar pariwisata dan ekonomi kreatif yang sangat uncertain, kompleks, dan memiliki ambiguity. Perempuan adalah yang paling mampu beradaptasi di era ini," ujarnya menambahkan. Lebih lanjut, Sandiaga mengatakan perempuan memiliki potensi yang tinggi dalam hal kewirausahaan. "Perempuan inovatif dalam mencari solusi. Mereka sosok proaktif dan bergerak terus mencari peluang dimana pun. Mereka juga dare to take risk yang menjadi orientasi utama dalam wirausaha. Kalau semuanya dikembangkan, kita akan punya perempuan hebat dan mandiri di entrepreneurship Indonesia," kata dia dilansir Kliktimes.com. Secara umum, Menparekraf memaparkan bahwa kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB terus menunjukkan tren positif hingga di angka Rp154 triliun, dan terus bergerak menjadi sumbangsih ekonomi kreatif tertinggi di dunia nomor tiga setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan. "UMKM sangat berperan penting, kontribusinya terhadap PDB sebesar 61,07 persen, dan ditargetkan tumbuh di 65 persen di 2024," kata Sandiaga. Ia mengatakan pihaknya melihat beberapa tantangan yang bisa diartikulasikan dengan angka. Sebanyak 83 persen UMKM belum berbadan hukum, sebesar 88 persen UMKM belum miliki Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Lalu, sebanyak 92 persen UMKM masih menggunakan modal sendiri, dan lebih dari 92 persen UMKM memiliki pendapatan di bawah Rp300 juta per tahun dan masuk ke kategori usaha super mikro. "UMKM diharapkan menjadi tulang punggung pemulihan ekonomi nasional, membuka lapangan kerja, dan menjawab tantangan kemandirian ekonomi di masa pandemi," kata Sandiaga. Ada pun Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) telah memboyong hampir 18 juta UMKM ke ruang digital, dengan target 30 juta UMKM on boarding di tahun 2023. "Dengan total pertumbuhan ekonomi 2 persen, penambahan lapangan kerja sebanyak 2 juta, dan peluang usaha ditambahkan 5,5 juta UMKM dan artisan tambahan," kata Sandiaga. "Mari mendorong laju pertumbuhan ekonomi. Mari kita garap seluruh potensi, tumbuhkan jiwa entrepreneurship dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya," ujarnya menambahkan. (tya)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Hari Batik Nasional, Intip Koleksi Baru Denny Wirawan

Kamis, 29 September 2022 | 18:14 WIB

Vitamin C dari Buah Plum Bisa Mengikis Kulit Kusam

Kamis, 29 September 2022 | 11:10 WIB

Ini Tiga Hal Mendasar dalam Merawat Kulit

Kamis, 29 September 2022 | 10:40 WIB

Juragan99 Ikut Rayakan World Tourism Day 2022 di Bali

Rabu, 28 September 2022 | 15:17 WIB

Keterangan Elon Musk Akan Segera Diminta Pihak Twitter

Rabu, 28 September 2022 | 14:50 WIB

Ponsel 5G Samsung Memperluas Kelasnya di Indonesia

Rabu, 28 September 2022 | 11:38 WIB
X