• Jumat, 30 September 2022

Doa Untuk Korban Bom Surabaya

- Rabu, 16 Mei 2018 | 07:07 WIB
aksi_3
aksi_3

BLITAR | PETAPORTAL - Beberapa perkumpulan organisasi lintas agama dan kepemudaan di Kota Blitar pada malam hari ini gelar aksi damai dan doa bersama untuk korban bom bunuh diri di beberapa wilayah di Jawa Timur, diantaranya di Surabaya dan Sidoarjo pada dua hari terakhir.

Aksi damai ini digelar di Jalan Merdeka Kota Blitar. Acara yang dimulai pada pukul 19.00 WIB ini, dihadiri oleh perwakilan organisasi keagamaan seperti Banser, GP Ansor, Orang Muda Katholik (OMK), dan Perkumpulan Pemuda Kristen. Selain itu juga dihadiri oleh organisasi kepemudaan seperti PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) dan KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) cabang Blitar. Tidak lupa komunitas Gusdurian dan Forum Persaudaraan Blitar juga ikut andil pada acara yang budiman ini.

Masyarakat berdatangan dengan riuh renda antusias ikuti aksi peduli nasionalisme ini. Lalu lalang warga yang tengah berkendara di simpang jalan merdeka ini juga ikut bergabung menyatu dalam aksi damai tersebut.

Acara ini idealnya mempunyai maksud mendoakan secara bersama-sama, untuk arwah para korban bom bunuh diri yang terjadi di 3 Gereja di Surabaya dan peristiwa di Polrestabes Surabaya pagi tadi. Aksi tersebut dilancarkan oleh teroris yang diduga kuat berafiliasi dengan ISIS. Melihat aksi penuh biadap ini tentu sangat mendapat kutukan keras dari masyarakat Indonesia bahkan dunia Internasional. Termasuk kutukan keras oleh warga Kota Blitar.

"Sangat biadap sekali aksi terorisme di Surabaya dan Sidoarjo. Kami disini semua mengutuk keras peristiwa seperti ini. Kami juga mendorong dan menyuarakan kepada polri dukungan penuh untuk mengungkap dalang peristiwa sampai ke akar-akarnya," ulas Koordinator Aksi Damai, Sulis Sindo Wasani, saat diwawancara di sela kegiatan ini, Senin (14/5/2018) malam.

Pria yang juga pegiat komunitas Gusdurian Blitar ini mengatakan, mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tetap waspada dalam menjalani kegiatan keseharian. Dia meminta masyarakat segera melaporkan kepada polri atau TNI apabila menemui seseorang yang mencurigakan. Pasalnya motif terorisme dan radikalisme memang kerap timbul dari peristiwa maupun seseorang yang mencurigakan atas gaya perilakunya di masyarakat.

"Yang penting masyarakat juga bisa lebih mengerti mengamati dan menilai pemberitaan apapun yang berbau terorisme dan radikalisme untuk ditinggalkan. Kontrol tidak mungkin berjalan kalau hanya mengandalkan aparat keamanan saja, jadi masyarakat luas harus terlibat langsung," imbuhnya.

Sementara perwakilan dari Gereja Katholik Kota Blitar, Romo Wawan CM, menyatakan kebersamaan dalam kebinekaan harus lebih dikuatkan. Supaya kepedulian sosial terbangun, dan pada akhirnya potensi radikalisme tidak kuat melampaui kekuatan kebersamaan masyarakat.

"Kita disini semua satu keluarga dalam kebinekaan. Kita semua sepakat menolak terosrisme dan paham radikalisme. Dan saya berharap kekuatan persaudaraan satu tanah air ini terus ditingkatkan. Agar paham radikalisme ini tidak mampu merasuki pikiran masyarakat luas di Indonesia," lugasnya.[]

Halaman:

Editor: Hendik Yuantoro

Terkini

Gawat!!! Kabupaten Blitar Krisis Air Bersih

Kamis, 29 September 2022 | 16:02 WIB
X