• Kamis, 29 September 2022

Pabrik Baterai di Indonesia, Peluang Kendaraan Listrik Lebih Terjangkau

tya
- Kamis, 22 September 2022 | 19:42 WIB
Lima APM mulai operasikan proyek ekosistem kendaraan listrik di Bali  (Antara)
Lima APM mulai operasikan proyek ekosistem kendaraan listrik di Bali (Antara)

KLIKTIMES.COM | JAKARTA - Pengamat otomotif Bebin Djuana menilai kehadiran pabrik baterai Indonesia diharapkan mampu menekan harga kendaraan listrik (EV) yang tergolong masih tinggi. Itu jika dibandingkan dengan daya beli mobil masyarakat pada kisaran Rp200-300 jutaan.

"Pabrik baterai di negara kita akan mulai berproduksi kurang lebih dua tahun lagi. Mungkin saat itu lah akan terjadi penurunan harga (EV) di Indonesia," kata Bebin dilansir ANTARA pada Kamis (22/9/2022).

Baca Juga: GIIAS 2022 Hadirkan Test Track Kendaraan Listrik

Lebih lanjut, Bebin mengatakan, meski pabrik baterai telah hadir di Indonesia, tidak langsung menyelesaikan permasalahan. Terdapat sejumlah hal yang harus diperhatikan.

"Mulai dari skala produksi dari pabrik baterainya ada berapa banyak, seperti apa efisiensinya, varian baterainya apa saja, kalau bisa untuk mobil, motor, dan kendaraan komersial dalam saat yang sama," ujarnya menambahkan.

Sebagai informasi, Kementerian BUMN mengumumkan pembentukan perusahaan baterai yang bernama PT Industri Baterai Indonesia (IBI) atau Indonesia Battery Corporation (IBC).

Baca Juga: Bersiap Produksi Kendaraan Listrik, Mercedes-Benz Siapkan Jaringan Pabrik

Holding IBI terdiri dari Mining Industri Indonesia (Mind ID), PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), PT Aneka Tambang Tbk. (Antam), PT Pertamina, dan Perusahaan Listrik Negara (PLN). Selain kerjasama dengan Konsorsium Hyundai, pembentukan perusahaan ini juga melibatkan Korporasi KIA, Mobis Hyundai, dan LG Energy Solution.

PT IBI direncanakan memiliki kapasitas produksi sebesar 140 gigawatt hour (GWh). Diperkirakan bahwa 50 GWh sel baterai yang diproduksi IBI akan diekspor ke luar negeri. Kemudian, sisanya akan digunakan industri baterai di Indonesia untuk memproduksi mobil listrik. Setelah dibangun, perusahaan ini diprediksi dapat mempekerjakan sekitar 1.000 orang.

Di sisi lain, bukan rahasia bahwa penggerak mesin bertenaga baterai inilah yang membuat harga EV masih tinggi. Menurut Bebin, EV sejak awal memang lebih mahal dari kendaraan konvensional lantaran teknologinya masih tergolong baru saat diperkenalkan dan minatnya masih rendah.

Baca Juga: Jual 50 Ribu Kendaraan Listrik, Agenda Target Tata Motors

"EV memang sejak awal lebih mahal dari kendaraan berbahan bakar fosil. Walaupun 3-4 tahun terakhir sudah ada penurunan harga karena perkembangan teknologi, baterai, dan volume produksi," ujar dia.

Saat disinggung apa opsi terbaik saat ini dalam transisi energi ramah lingkungan di sektor otomotif, Bebin berpendapat bahwa penggunaan dan perkembangan transportasi publik yang beremisi nol bisa menjadi pilihan baik oleh masyarakat maupun pemerintah.

"Yang didahulukan adalah public transportation, gantikan dengan bus, metromini, atau kopaja listrik. Jakarta akan punya LRT, dan ini adalah hal yang baik karena bisa mengangkut banyak orang dengan kendaraan listrik. Terapkan di sektor-sektor yang kesehariannya betul-betul (menjangkau) kilometer yang tinggi, seperti public transportation, logistik, bahkan ojol," kata dia. (tya)

Editor: tya

Artikel Terkait

Terkini

Honda New Vario 125, Model Baru Target Baru

Selasa, 27 September 2022 | 14:46 WIB

Subaru Indonesia Serahkan Unit The All-New Subaru BRZ

Sabtu, 24 September 2022 | 18:23 WIB

Kendaraan Listrik Mercedes-Benz Tiba Pertengahan 2024

Sabtu, 24 September 2022 | 18:15 WIB

GIIAS Surabaya Sedot 32.658 Pengunjung

Rabu, 21 September 2022 | 17:11 WIB

Ini Alasan Mobil Listrik Lebih Laris dari Hybrid

Jumat, 16 September 2022 | 22:14 WIB

BYD India Kirim 450 Unit MPV Listrik

Selasa, 13 September 2022 | 16:35 WIB

IMOS Hadirkan Motor Teknologi Ramah Lingkungan

Senin, 12 September 2022 | 17:17 WIB

GAIA Moto Serahkan Aprilia Tuareg 660

Sabtu, 10 September 2022 | 18:40 WIB

Wulings Serahkan Kendaraan Listrik ke 100 Konsumen

Sabtu, 10 September 2022 | 16:07 WIB

The New Audi Q5 Tampil di BCA Expo Hybrid

Sabtu, 10 September 2022 | 16:02 WIB
X